Minggu, 14 Maret 2010

Kebiasaan Yang Membahayakan Perkawinan

Tak peduli sudah berapa tahun Anda menikah. Dalam kehidupan sehari-hari
sebetulnya kita dikepung oleh rutinitas yang dapat membuat hubungan dengan
pasangan menjadi membosankan.
Masalahnya, rutinitas tersebut sudah berjalan sekian tahun dan sulit
dihapus begitu saja. Nah, berikut sejumlah cara untuk mengubah rutinitas
tersebut menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan.

1. NONTON TV SAAT MAKAN MALAM

Sisi Buruk:
Makan malam bersama merupakan saat yang sangat berharga bagi Anda dan
pasangan. Dengan menyalakan TV, mau tak mau perhatian Anda berdua otomatis
tertuju ke layar teve. Padahal, makan malam merupakan saat yang tepat bagi
Anda berdua untuk saling berbagi cerita tentang kejadian atau hal-hal yang
dilakukan sepanjang hari.

Cara Menghentikan:
Sisihkan 30 sampai 45 menit untuk mengobrol tanpa TV yang sedang menyala.
Hal ini memperlihatkan kepada pasangan bahwa bila sedang tidak bekerja,
Anda mencurahkan perhatian pada rumah tangga dan keluarga. Pada saat Anda
sedang mengobrol, biarkan telepon yang berdering dan nikmati kebersamaan
dengan pasangan.

2. LAMA TAK BERINTIM-INTIM

Sisi Buruk:
Bila kuantitas hubungan seks yang biasa Anda berdua lakukan berkurang,
tubuh dan otak menjadi terbiasa melupakan kedekatan dan hal ini dapat
menyebabkan hubungan Anda berdua semakin menjauh.

Cara Menghentikan:
Jangan tunggu sampai Anda benar-benar menikmati ketidakintiman hubungan
dengan pasangan. Lakukan inisiatif untuk memulai hubungan seks.

3. MELEWATI HARI TANPA NGOBROL

Sisi Buruk:
Secara tak sadar, Anda mulai menumbuhkan perasaan bawah alam sadar bahwa
pasangan tidak mempedulikan Anda dan atau sebaliknya.

Cara Menghentikan:
Berikan perhatian-perhatian kecil. Kirimkan kata-kata manis lewat SMS
ataupun e-mail dan usahakan melakukan sesuatu yang menyentuh setiap
harinya. Misalnya, memasakkan makanan kegemarannya atau meneleponnya dari
supermarket hanya untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang diperlukannya.
Hal ini memperlihatkan kepedulian Anda pada pasangan.

4. SALING CUEK

Sisi Buruk:
Anda berdua mulai saling tak memperhatikan dan saling menjauh.

Cara Menghentikan:
Usahakan lakukan hal-hal kecil seperti memberi ciuman saat berangkat
kerja, menatap mata pasangan pada saat mengobrol, memberi pujian untuk
hal-hal kecil yang dilakukannya. Bila ada hal penting yang perlu Anda
bicarakan dengannya, cari waktu yang tepat, semisal saat sudah berduaan di
kamar tidur.

5. TAK PERNAH BERTENGKAR

Sisi Buruk:
Ketidaksepahaman di dalam sebuah perkawinan adalah wajar dan perlu. Namun
bila suatu masalah dibicarakan sedini mungkin, akan jauh lebih mudah
menyelesaikannya daripada dibiarkan menumpuk. Pasangan yang tak pernah
bertengkar justru patut dicurigai. Meski begitu, jangan juga terlalu
sering bertengkar.

Cara Menghentikan:
Bicarakan dengan pasangan bila ada sesuatu yang mengganggu pikiran Anda.
Katakan padanya, ada sesuatu yang membuat Anda sedih. Entah itu karena
ucapannya maupun sikapnya. Minta agar Anda dan dia bersama-sama mengatasi
situasi tersebut.

6. LEBIH SERING PERGI BERSAMA TEMAN

Sisi Buruk:
Memberi kesan bahwa teman-teman Anda lebih penting dan lebih berarti dibanding pasangan.

Cara Menghentikan:
Jadwalkan sekali atau dua kali dalam sebulan untuk pergi bersama
teman-teman dan jangan lupa memberitahukan pasangan jauh hari sebelumnya
mengenai rencana tersebut. Memiliki teman memang amat dinajurkan dan
penting sejauh waktu yang Anda habiskan bersama mereka tidak merusak
hubungan Anda dan pasangan. Dan yang lebih baik lagi adalah bila pasangan
mengenal teman-teman Anda sehingga tidak ada kekhawatiran dan kecurigaan
dari dirinya.

7. KELEWAT "BEBAS"

Sisi Buruk:
Mungkin bagi Anda bersendawa, menggaruk, mengorek hidung, atau bahkan
buang angin sembarangan merupakan sesuatu yang lucu. Yang jelas, jika
melewati batas kesopanan, bisa membuat Anda menjadi tidak menarik.

Cara Menghentikan:
Tentukan aturan baru. Bila Anda tidak melakukannya di depan teman-teman,
jangan lakukan di depan pasangan! Minta pasangan untuk mengingatkan Anda.

8. TERLALU MENGUMBAR CERITA

Sisi Buruk:
Kelewat banyak berbagi cerita dengan orang tua atau mertua, memperlihatkan
ketidakpercayaan Anda pada pasangan. Orangtua Anda tidak harus mengetahui
sesuatu yang tidak diketahui oleh pasangan serta sesuatu yang pasangan
tidak ingin mereka mengetahuinya.

Cara Menghentikan:
Hormati dan jaga perasaan pasangan walaupun tanpa kehadirannya. Bila Anda
tidak ingin mengatakan sesuatu di depannya, jangan katakan sama sekali
pada siapa pun juga. Anda pun menginginkan hal yang sama, bukan? ***


Kamu Cantik Dari Dalam

Andi merasa ditipu dan bosan menikmati saat-saat berdua bersama istrinya setelah 5 bulan menjalani pernikahan. Berbeda dengan Ishaq, yang kelihatan seperti baru menikah seminggu yang lalu, dan selalu romantis bersama istrinya padahal umur pernikahannya telah mencapai 2 tahun. Jika dilihat dari umur pernikahan, sudah tidak masanya lagi mereka selalu kelihatan mesra apalagi telah memiliki buah hati. Apa pasalnya?

Menurut Andi, ia merasa telah dibohongi oleh istrinya, karena kecantikan yang selama ini (baca: sebelum menikah) hanya balutan kosmetik yang dilakukan saat mereka janjian ketemu dan pergi. Setelah menikah, ia tidak pernah menemukan kecantikan itu ketika berada dirumah , kecuali jika ada resepsi pernikahan. Sementara Ishaq, ia yang mengenal istrinya lewat saudara perempuannya bebarapa bulan menjelang pernikahan. Ketika bertemu, isterinya saat itu tidak memakai alat kosmetik kecuali yang biasa-biasa saja. Namun, yang membuat Ishaq semakin cinta pada istrinya setelah menikah selalu tampil rapi dan semakin cantik dibandingkan ketika ta'aruf yang terjadi sebelum pernikahan. Bahkan, yang membuatnya semakin sayang pada istrinya selalu bangun lebih awal dan ketika pulang kerja selalu menyambutnya dengan wajah yang indah dan berpakaian rapi.

****

Dalam mencari pasangan hidup, sudah lumrah laki-laki selalu mencari wanita yang cantik. Hal ini wajar, bahkan Islam sebagai agama yang mengetauhi apa yang diinginkan (hajât) umatnya menyuruh melalui lisan Rasulullâh Saw. untuk mencari wanita yang cantik. Sebagaimana beliau mengatakan:" Nikahilah perempuan itu karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama jika tidak engkau akan merugi". Ini bukan sekedar ucapan saja, namun telah dibuktikan ketika al-Mughirah bin Syu'bah ingin meminang seorang wanita, ia menceritakan hasrat hatinya kepada Rasulullâh Saw. kemudian beliau menyuruhnya untuk melihat wanita tersebut terlebih dahulu supaya terciptanya ketentraman.

Tepat sekali apa yang dikatakan seorang sastrawan, bahwa cantik itu wanita dan wanita itu cantik. Artinya, memang sudah menjadi fitrah wanita untuk selalu tampil menarik dan indah. Dalam menumbuhkan kecantikan terkadang para wanita selalu menggunakan pelbagai macam cara, ada yang dengan mengoperasi bagian dari tubuhnya supaya kelihatan semakin cantik, ada mengikuti latihan aerobik biar selalu kelihatan langsing dan indah, ada yang dengan melakukan kegiatan rutin ke salon, dan memperbanyak perhiasan untuk di pajangdi tubuhnya dan bentuk-bentuk lainnya

Islam sebagai agama yang tidak suka berfoya-foya, dan selalu menjaga martabat wanita mempunyai ciri khas tersendiri bagaimana supaya pasangan hidupnya semakin cinta. karena, kecantikan yang alami dan bersifat bathin akan selalu terpancar sinarnya sekalipun tidak dihiasi dengan alat kosmetik. Berbeda dengan kecantikan lahir hanya akan bertahan sementara dan berakhir dengan mengecewakan. Seperti yang dialami Andi, merasa telah ditipu istrinya yang selalu menunjukkan kecantikan lahir selama ini, tapi tidak pernah memunculkan kecantikan bathin yang diharapkan setelah hidup bersama.

Bagaimana kecantikan bathin itu? Kecantikan bathin tidak membuat wanita harus mengeluarkan uang banyak, tidak membutuhkan aksesoris duniawi dan tidak mengharuskan wanita untuk keluar rumah. Hal itu, hanyalah kecantikan yang ditujukan untuk membuat suami betah dirumah dan selalu bahagia ketika memandang dirinya. Kecantikan bathin hanya bersifat ke dalam dengan tujuan mengamalkan sunnah Rasulullâh Saw. Sebagaimana beliau mengatakan: ? sebaik-baik wanita jika kamu memandangnya dapat membuat senang, jika kamu menyuruhnya selalu taat, jika kamu memberinya (uang) akan mengigunakannya untuk kebaikanmu, jika kamu pergi akan menjaga dirinya dan hartamu" (HR. An-Nasâî).

Kecantikan batin hanyalah berupa perbuatan-pebuatan kecil yang mampu membuat suami bertambah sayang dan Allah pun ridho kepadanya. Seperti yang dilakukan istri Ishaq, yang selalu membuatnya senang dan bahagia ketika berada dirumah. Setiap malam Ishaq selalu dibangunkan shalat malam, kalau sarapan selalu ditemani, tidak mengizinkan pembantu untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan suaminya dan terlebih istimewa lagi ketika pulang kerja selalu disambut dengan senyum tulusnya, yang mampu membuat Ishaq merasa tidak pernah lelah mencari nafkah hidup.

Kecantikan bathin akan terwujud jika seorang wanita mampu memiliki tiga kecantikan utama:

kecantikan Jiwa (jamâl al-Rûh)
Seorang wania yang memiliki kecantikan jiwa akan selalu melakukan sesuatu dengan niat karena Allah Swt., cintanya kepada suami hanyalah sebagai jalan untuk menggapai cinta Ilâhi. Dia siap menerima kekurangan yang ada pada suaminya, tidak pernah menuntut hal yang lebih dan selalu menggembirakan suaminya sekalipun sedang mengalami kesusahan. Wanita seperti ini tidak pernah "haus" pada dunia, selalu tawakkal kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang di harapakannya di dunia ini serta berpegang pada janjiNya dalam surat Adh-dhuha :4 : " Dan sesungguhnya Akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan".
Sifat inilah yang melekat pada Ummul mukminin, Hajar, Khadijah, Aisyah, Asma' binti Abu Bakar dan wanita-wanita muslimah lainnya yang benar-benar mencari cinta Ilahi. Kecantikan jiwa akan menimbulkan pancaran cahaya alami di wajah yang mampu membuat suami bahagia tanpa perlu diolesi dengan kosmetik mahal.

kecantikan diri (jamâl al-Nafs)
Pada masa sahabat, ada seorang lelaki menceritakan kecantikan isterinya ketika sedang berkumpul dengan para sahabat. Dia menceritakan hal itu, karena bebarapa hari tidak pernah berkumpul dengan para sahabatnya, sehingga ketika bertemu mereka bertanya perihal dirinya. Dia menceritakan sifat isterinya: "ketika aku bersamanya terasa diri ini bagaikan tidak pernah mengalami kesusahan, perbuatannya selalu membuatku semakin jatuh cinta kepadanya, setiap hari aku lihat akhlaknya bertambah baik, tidak pernah menimbulkan kegelisahan, ketika pulang dari bekerja terasa hilang lelahku dikarenakan senyuman dan sambutannya yang begitu hangat, sekalipun kukatakan bahwa hari ini tidak mendapat hasil lebih baik dari kemarin, namun dia tetap tersenyum dan terus memberiku semangat. Keindahan yang diberikannya tanpa hiasan alal-alat kecantikan. Dia cantik dari dalam". Kecantikan diri merupakan polesan kedua yang mampu membuat suami menjadi selalu betah dirumah dan tidak pernah merasa gelisah. Hal ini hanya membutuhkan sedikit pekerjaan tanpa harus keluar rumah, tidak menimbulkan fitnah dan mengeluarkan uang. Kecantikan hanya ditujukan untuk sang suami saja, tidak untuk yang lain.

kecantikan Akal (jamâl al-'Aql).
Apa hubungan kecantikan akal dengan "kecantikan dari dalam"? Untuk menjawab ini kita harus mengingat apa tujuan menciptakan kecantikan itu sendiri, tidak lain dan tidak bukan untuk menjadi isteri yang shalehah. Target ini akan tercapai jika seorang itu rajin membaca dan mencari infomasi, yang kedua-duanya merupakan "hidangan" akal. Jika seorang wanita rajin membaca buku-buku tentang bagaimana membina rumah tangga yang baik, menjadi isteri yang tidak pernah membuat hati suami kecewa dan selalu memberikan solusi ketika ia ada masalah, maka sangat lengkaplah gelar yang akan disandangnya, yaitu "dia cantik dari dalam". Karena, isteri yang shalehah tidak akan pernah menunjukkan kecantikannya kecuali untuk suaminya saja. Jika tenteram hati suami dengan kondisi dan sikapnya insya Allah ridhoNya pun tidak akan pernah lepas dari dirinya.

Seorang isteri yang kecantikannya hanya ditujukan untuk suami saja, maka surga pun tidak jauh dari dirinya hanya tinggal meningkatkan amal ibadah yang lain. Karena, kedudukan suami hampir sama dengan kedudukan kedua orang tua ketika akad nikah telah dinyatakan sah. Maka, buat para muslimah yang ingin membentuk dirinya menjadi isteri yang "indah dari dalam", maka langkah yang harus ditempuh dari sekarang hanyalah banyak membaca dan mencari informasi serta menempah diri sekaligus bertekad akan menciptakan kecantikannya hanya untuk suaminya saja. Ayo...majulah para muslimah, pintu untuk mampu menggapai cinta Ilahi tidak akan pernah tertutup jika terus berusaha!

Sumber : www.kafemuslimah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar